Rolex Daytona Four Seasons 2026: Koleksi Eksklusif yang Jadi Sorotan di Auction London
Sumber gambar: instagram.com/luxuriousbymm/
Rolex Daytona Four Seasons mencuri perhatian dunia jam tangan mewah pada 2026 melalui empat arloji eksklusif yang terinspirasi dari karakter musim berbeda. Menggabungkan desain ikonis Cosmograph Daytona dengan material istimewa dan detail yang tidak biasa, koleksi ini menjadi sorotan dalam sebuah lelang amal di London. Lantas, apa yang membuat keempat jam tangan ini begitu istimewa hingga menarik perhatian kolektor sekaligus membawa misi sosial?
Sekilas tentang Rolex Daytona Four Seasons 2026 yang Eksklusif di Charity Auction

Referensi gambar: Hodinkee, Vogue, & GQ Australia
Rolex Daytona Four Seasons merupakan rangkaian empat jam tangan Rolex Oyster Perpetual Cosmograph Daytona yang masing-masing merepresentasikan Spring, Summer, Autumn, dan Winter. Rolex merancang setiap model dengan kombinasi material case, batu alam pada dial, batu permata pada bezel, serta detail berlian di bagian lugs dan crown guards. Proyek ini diperkenalkan sebagai bagian dari Perpetual Planet Initiative dan melibatkan dua Rolex Testimonees, Roger Federer dan Leonardo DiCaprio, yang memiliki keterkaitan dengan organisasi penerima manfaatnya.
Keempat model tersebut kemudian ditawarkan dalam lelang amal yang diselenggarakan bersama Phillips di London pada 28 September 2026. Hasil akhirnya mencapai £37,3 juta atau $49.4 juta atau setara juga dengan Rp883,38 miliar, dengan Summer terjual seharga £10,3 juta, Autumn £10,2 juta, Winter £10 juta, dan Spring £6,8 juta. Seluruh hasil lelang dialokasikan untuk Federer Foundation, yang mendukung pendidikan awal anak-anak di Afrika bagian selatan dan Swiss, serta Re, organisasi yang berfokus pada perlindungan dan pemulihan ekosistem alami. Phillips juga menyatakan bahwa tidak ada buyer's premium yang dikenakan dalam lelang ini.
Baca Juga: Rolex Land-Dweller Honeycomb Dial 2026: Detail & Fiturnya
Spesifikasi dan Karakteristik Rolex Daytona Four Seasons
Keistimewaan Four Seasons terlihat dari perpaduan mesin chronograph modern dan pengerjaan batu permata yang detail. Setiap model tetap mempertahankan karakter dasar Daytona, dengan perbedaan utama pada material, warna, serta elemen dekoratif yang disesuaikan dengan tema musimnya.
Movement: Kaliber 4131 dengan Cadangan Daya 72 Jam
Keempat Rolex Daytona Four Seasons menggunakan Calibre 4131, mesin chronograph mekanis otomatis yang memiliki cadangan daya sekitar 72 jam. Movement ini mendukung fungsi jam, menit, detik, dan pengukuran waktu melalui chronograph. Keempat jam tangan juga memiliki sertifikasi Superlative Chronometer, yang menunjukkan standar ketepatan dan performa sesuai kriteria Rolex.
Case: Material Berharga dengan Proporsi Khas Daytona
Case berdiameter 40 mm mempertahankan siluet Cosmograph Daytona yang sporty dan elegan, dengan ketahanan air hingga 100 meter. Rolex menggunakan emas putih 18 karat untuk Spring, Everose gold 18 karat untuk Summer, emas kuning 18 karat untuk Autumn, dan platinum 950 untuk Winter. Perbedaan material ini memberikan karakter visual yang kuat pada masing-masing model.
Natural Stone Dial: Keunikan dari Batu Alam
Salah satu ciri paling menonjol adalah penggunaan batu alam sebagai material dial. Spring menggunakan chrysoprase dengan subdial lepidolite, Summer memadukan turquoise dan ruby, Autumn memakai mookaite dengan subdial chrysoprase, sedangkan Winter menampilkan blue opal dan lapis lazuli. Variasi warna serta tekstur alami tersebut memberikan identitas berbeda pada setiap jam tangan.
Rarity: Empat Jam Tangan Unik untuk Empat Musim
Setiap model Four Seasons dibuat sebagai jam tangan unik, masing-masing hanya satu unit untuk tema musimnya. Karakter eksklusif tersebut diperkuat oleh kombinasi batu permata yang berbeda, termasuk 36 batu pada bezel serta 54 berlian di lugs dan crown guards pada setiap model. Status one-of-a-kind inilah yang menjadi salah satu aspek penting dalam memahami daya tariknya bagi kolektor.
Manfaat Amal: Mendukung Pendidikan dan Konservasi Alam
Four Seasons membawa misi amal melalui Federer Foundation dan Re. Federer Foundation mendukung akses pendidikan awal bagi anak-anak, sementara Re berfokus pada perlindungan keanekaragaman hayati dan pemulihan ekosistem. Melalui lelang ini, Rolex menghubungkan keahlian pembuatan jam tangan dengan dukungan nyata bagi pendidikan dan kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Rolex Perpetual Padellone 2026: Detail, Harga, & Spesifikasi
4 Model Cosmograph Daytona Four Seasons yang Mencuri Perhatian
Walaupun memiliki dasar desain Daytona yang sama, setiap model menawarkan kombinasi warna dan material yang berbeda. Perbedaan tersebut terlihat pada logam case, batu alam pada dial, warna subdial, serta batu permata yang menghiasi bezel dan penanda jam.
1. Spring: Emas Putih dengan Aksen Sapphires Ungu

Sumber gambar: instagram.com/luxuriousbymm/
Spring menggunakan case emas putih 18 karat dengan dial chrysoprase berwarna hijau, dipadukan dengan subdial lepidolite. Penanda jam dan bezel dihiasi sapphires ungu, termasuk 36 batu potongan trapeze pada bezel. Perpaduan hijau dan ungu memberikan kesan segar yang sesuai dengan tema musim semi, sementara berlian pada lugs dan crown guards menambah detail mewah tanpa mengubah siluet khas Daytona.
2. Summer: Everose Gold dengan Turquoise dan Pink Sapphires

Sumber gambar: instagram.com/luxuriousbymm/
Summer tampil dengan case Everose gold 18 karat, ciri khas emas Rolex bernuansa merah muda. Dial turquoise memberikan warna biru cerah, sementara subdial dari ruby menghadirkan kontras yang lebih kuat. Bezel dihiasi 36 pink sapphires, selaras dengan penanda jam dari batu yang sama. Kombinasi warna hangat dan cerah ini membuat Summer tampil ekspresif dan menjadi model dengan hasil lelang tertinggi dalam rangkaian Four Seasons.
3. Autumn: Emas Kuning dengan Dial Mookaite dan Tourmalines Hijau

Sumber gambar: instagram.com/luxuriousbymm/
Autumn mengandalkan case emas kuning 18 karat yang berpadu dengan dial mookaite, batu alam dengan nuansa warna bumi. Subdial chrysoprase menambahkan aksen hijau, sedangkan bezel dan penanda jam menggunakan green tourmalines. Kontras antara emas kuning, warna alami dial, dan batu permata hijau menciptakan tampilan yang terinspirasi dari perubahan warna dedaunan pada musim gugur.
4. Winter: Platinum dengan Blue Opal dan Gradasi Sapphire

Sumber gambar: instagram.com/luxuriousbymm/
Winter menggunakan case platinum 950 dan dial blue opal yang dipadukan dengan subdial lapis lazuli. Bezel dihiasi sapphires dengan gradasi warna biru hingga fuchsia, sementara penanda jam menggunakan berlian. Kombinasi warna dingin, kilau platinum, dan tekstur batu alam memberikan karakter visual yang elegan. Winter terjual seharga £10 juta dalam lelang London tersebut, menegaskan daya tariknya di antara kolektor jam tangan mewah.
Baca Juga: Mengenal Tipe dan Harga Jam Rolex Daytona 1992 Asli
Rolex Daytona Four Seasons: Ketika Keahlian Horologi Bertemu Tujuan Amal
Rolex Daytona Four Seasons memperlihatkan bagaimana desain chronograph ikonis dapat dieksplorasi melalui material dan batu permata yang tidak biasa. Setiap model memiliki karakter visual tersendiri, sementara status uniknya dan tujuan amal menambah konteks di balik pencapaian lelang senilai £37,3 juta. Hasil tersebut juga menunjukkan besarnya perhatian kolektor terhadap jam tangan yang memiliki cerita, pengerjaan khusus, dan identitas yang jelas.
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan Rolex, Four Seasons menjadi salah satu contoh menarik untuk memahami hubungan antara desain, kelangkaan, dan nilai koleksi. Jika ingin mencari atau menjual jam tangan Rolex original, pastikan kamu mempertimbangkan referensi, kondisi, kelengkapan, serta riwayat produk sebelum mengambil keputusan.
Untuk mengeksplorasi pilihan jam tangan mewah lainnya, True Time siap menemani pencarianmu sebagai toko jual beli jam tangan Rolex original Jakarta. Kunjungi Instagram @truetime.watch untuk melihat informasi seputar koleksi jam tangan, atau hubungi tim True Time melalui WhatsApp untuk menanyakan ketersediaan model dan berkonsultasi sebelum menentukan pilihan.

